Selasa, 01 Juni 2010

Eksistensi Nasyiah Kotagede



Dalam rangka menyemarakkan muktamar diadakan lomba antar cabang seKota Jogja. Nah, pastilah NA Kotagede tidak absen untuk ikut lomba-lombanya. Ada banyak lomba yang dipertandingkan yaitu lomba administrasi, lomba debat kader, lomba Boy2nan, lomba blog, lomba paduan suara dan lain-lain. Emmm gak usah banyak cerita lagi karena lombanya sudah dilewati dan hasilnya Nasyiah kotagede memborong berbagai macam piala. Sippppp....
Okee... mau tau apa saja yang didapatkan nasyiah kotagede dalam lomba tersebut?Yukk baca lagi artikel ini..

Pertama Nasyiah Kotagede mendapatkan juara 1 lomba paduan suara. Wuaaooo its great..Kami masih bisa membuktikan ini nih nasyiah kotagede masih pada kompak. Harus itu..
Kedua kita mendapatkan juara 1 lagi pada lomba Boy2nan alias lomba tradisional. Benar2 kompak untuk nasyiah kotagede. Cayooooo!!
Ketiga Nasyiah masih merebut piala di juara ke 2 lomba administrasi. Alhamdulillah ..
Dan yang terakhir lomba pembuatan blog. Nasyiah mendapatakan juara ke-3. Yah lumayan pokoknya. Nasyiah bisa memborong piala2nya.Sampai jumpa di event-event berikutnya yaa.....Wassalamu'alaikum
"Eksistensi Nasyiah Kotagede..."

Kamis, 15 April 2010

Wahai wanita ringankanlah maharmu....

Bersama izin wali, kerelaan calon mempelai wanita, dan saksi, mahar menjadi syarat sahnya akad nikah. Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Allah SWT berfirman, “Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” (An-Nisa’ 4).

Dalam tafsirnya, Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Ayat ini menunjukkan adanya kewajiban atas seorang suami untuk memberikan mahar bagi istri. Hal demikian sudah menjadi kesepakatan para ulama dan tidak ada perselisihan dalam masalah ini.” Allah menyatakan, “Berikanlah maskawin kepada mereka sebagai suatu kewajiban.” (An-Nisa’ 24).

Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Syariat Islam tidak menentukan batasan minimum atau maksimum untuk mahar pernikahan. Dan bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri. Namun syariat menganjurkan wanita agar meringankan mahar kepada calon suaminya dan tidak berlebihan, guna memudahkan proses pernikahan dan menghindari maraknya perzinaan.

… Islam mengajarkan wanita agar meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan…

Dalam fatwanya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menyatakan bahwa Islam mengajarkan wanita agar meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan, sebagai pengamalan kita kepada banyak hadits yang berkaitan dengan masalah ini, untuk mempermudah pernikahan dan untuk menjaga kesucian kehormatan pemuda-pemudi.

Meski demikian, lanjut Syaikh Bin Baz, para wali tidak boleh menetapkan syarat uang atau harta (kepada pihak lelaki) untuk diri mereka, sebab mereka tidak mempunyai hak dalam hal ini; ini adalah hak perempuan (calon istri) semata, kecuali ayah. Ayah boleh meminta syarat kepada calon menantu sesuatu yang tidak merugikan putrinya dan tidak mengganggu pernikahannya. Jika ayah tidak meminta persyaratan seperti itu, maka itu lebih baik dan utama.

Allah SWT berfirman, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (An-Nur: 32).

…Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit, demikian pula dalam hal mahar untuk pernikahan…

Selain itu, Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit, demikian pula dalam hal mahar untuk pernikahan. Dikutip dari Ishlah An-Nisa’; fi Al-‘Aqidah wa Al-‘Ibadah wa Al-Bait wa As-Suluk, Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Sahl bin Sa’ad bahwa ada wanita yang mengajukan dirinya untuk dinikahi, oleh Rasulullah, namun beliau menolaknya. Lalu ada seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.” Beliau pun bertanya, “Apa yang engkau miliki (sebagai mahar)?” Sahabat itu menjawab, “Aku tidak memiliki apa pun.” Rasulullah berkata, “Kalau begitu, pergi dan carilah mahar, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.”

Sahabat itu pun pergi kemudian datang lagi seraya melapor kepada Nabi, “Demi Allah aku tak menemukan apa pun termasuk cincin besi. Namun aku memiliki kain ini, dan untuknya (sebagai mahar) separuh kain ini.” Nabi balik bertanya, “Apa yang dapat engkau lakukan dengan kainmu itu? Jika engkau mengenakannya, dia tidak bisa memakainya. Sebaliknya jika dia yang mengenakannya, maka engkau tidak bisa memakainya.”

Sahabat itu pun lalu duduk. Setelah duduk lama, dia pun bangkit. Nabi melihatnya, lalu beliau memanggilnya. Nabi bertanya, “(Hafalan) apa yang engkau punya dari Al-Qur’an?” Dia menjawab, “Aku punya hafalan beberapa surat; surat ini dan surat itu.” Nabi pun bersabda, “Aku nikahkan engkau dengan dia dengan mahar hafalan surat yang engkau miliki.”

Beliau pun melarang para muslimah berlebihan dalam menetapkan mahar pernikahan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perkawinan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya. Dan beliau bersabda: perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan urusan perkawinannya dan baik akhlaknya. Adapun perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, menyusahkan perkawinannya, dan buruk akhlaknya.”

…Rasulullah bersabda, Sesungguhnya perkawinan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya…

Ajaran Islam yang mudah pun menetapkan bahwa mahar tidak selalu berbentuk materi fisik atau hal-hal yang merefleksikan kekayaan dan kesejahteraan. Selain harta kekayaan, mahar bisa berupa sesuatu yang diambil upahnya (jasa) dan manfaat yang akan kembali kepada sang wanita, seperti keislaman dan hafalan Al-Qur’an.

Imam An-Nasa’i meriwayatkan hadits shahih, bahwasanya Anas bin Malik menuturkan, “Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislaman dirinya. Adalah Ummu Sulaim masuk Islam sebelum Abu Thalhah. Abu Thalhah bermaksud meminang dirinya. Ummu Sulaim menjawab, “Sungguh aku telah masuk Islam. Apabila engkau masuk Islam, aku bersedia menikah denganmu. Lalu Abu Thalhah pun masuk Islam, dan hal itu menjadi mahar bagi pernikahan di antara keduanya.

Dalam riwayat lain diterangkan bahwa Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim. Ummu Sulaim menjawab, “Demi Allah wahai Abu Thalhah, tak ada seorang seperti dirimu pantas ditolak, namun sayang engkau ini orang kafir. Sedangkan aku ini wanita muslimah, dan tak boleh menikah denganmu. Bila engkau mau masuk Islam, itulah maharku dan aku tidak minta yang lain lagi.”

Abu Thalhah pun kemudian masuk Islam, dan itulah mahar untuk menikahi Ummu Sulaim. Tsabit Al-Bannani, seorang tabiin terkemuka, mengomentari riwayat tadi dengan mengatakan, “Aku tidak mendengar lagi ada wanita yang maharnya lebih mulia ketimbang maharnya Ummu Sulaim. Mereka pun menikah dan mendapatkan keturunan.”

…Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan. Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?...

Wahai ukhti muslimah, lihatlah bagaimana wanita shalihah seperti Ummu Sulaim yang lebih mengutamakan agama daripada nafsu syahwat. Mahar Ummu Sulaim menjadi sebaik-baik mahar di dalam Islam. Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan. Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?

Syariat Islam menetapkan aturan-aturan yang mudah dan mulia. Tidak perlulah para muslimah mengikuti wanita-wanita jahiliyah yang berlebih-lebihan dalam menetapkan mahar dan merasa bangga dengan hal itu. Betapa kasihannya para wanita yang tidak kunjung menikah karena menetapkan mahar yang begitu tinggi. Dengan demikian, permudah dan ringankanlah maharmu wahai muslimah!

Referensi:

1. Syaikh Sa’ad Yusuf, Ishlah An-Nisaa`; fi Al-‘Aqidah wa Al-‘Ibadah wa Al-Bait wa As-Suluk.
2. Fatwa-fatwa Terkini.


"Wahai wanita ringankanlah maharmu......."

Bagaimana Mengetahui Masa Subur Wanita?

Masa subur adalah ketika sel telur wanita telah matang dan siap dibuahi. Ketika sel telur ini dibuahi maka terjadilah kehamilan.
Cara mengetahui masa subur wanita dengan siklus menstruasi 28 hari:
- Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
- Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid


Misalnya: Seorang isteri mendapat haid pada tanggal 5 Januari, tanggal 5 Januari ini disebut hari ke-1. Masa subur wanita tersebut adalah hari ke-12 setelah tanggal 5 atau tanggal 16 Januari samapai tanggal 20 Januari. Sehingga ketika suami-isteri berhubungan pada masa ini Insya Allah akan terjadi kehamilan. Begitu juga dengan keluarga yang tidak merencanakan kehamilan atau KB alami, cara ini bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dengan TIDAK melakukan hubungan pada masa subur sang isteri.

Ciri-ciri masa subur yang akan dirasakan wanita ketika masa subur

1. Peningkatan suhu tubuh. Biasanya suhu tubuh meningkat pada masa subur karena peningkatan hormone progesterone

2. Menilai lendir rahim. Lendir rahim menjadi encer pada masa subur karena pengaruh hormon estrogen (sebagian mengira ini adalah keputihan, tetapi ini bukan, cairan rahim berwarna bening).

3. Jika ingin praktis, bisa digunakan tes prediksi masa subur atau ovulasi. Cara menggunakannya sama dengan test kehamilan. Alat ini sudah dijual di apotik-apotik dengan harga cukup mahal.

Jadi penting sekali bagi wanita untuk mengetahui kapan masa suburnya. Selain untuk merencanakan kehamilan, hal ini bisa digunakan sebagai KB alami atau yang biasa disebut KB Kalender. Semoga bermanfaat.


"Bagaimana Mengetahui Masa Subur Wanita?..."

Tidur cantik

Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?
Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:
a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401) TO be Continued…
Buletin #1 NA …
"Tidur cantik..."

Pesan yang PEnuh makna HAYATILAH KaReNA IA SEMATA-MATA UNTUK KEBAIKAN

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke syurga dan melihat seorangmalaikat
menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang
penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di
depan ruang kerja
pertama dan berkata," Ini adalah Seksi Penerimaan.
Disini, semua

permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang mengamati seluruh
permohonan
yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian,.. aku dan malaikat tersebut berjalan lagi melalui koridor yang panjang.
lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat itu
berkata, "Ini adalah Seksi Pembungkusan dan
Pengiriman. Disini,
kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat
yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya perm Honan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada hujung terjauh koridor panjang
tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku,
hanya ada satu malaikat yang duduk
disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Penerimaan Pernyataan Terima
Kasih", kata Malaikat itu perlahan.
Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada Peterman disini?", tanyaku.
"Menyedihkan" , Malaikat-itu menghela nafas.
" Setelah manusia menerima rahmat
yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
"Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN,
Terima kasih, ALLAH'
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?",
tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di kulkasmu, Pakaian
yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, dan di dompetmu, maka engkau berada diantara 8%
kesejahteraan dunia. "Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di
komputermu, engkau adalah bahagian dari 1% di dunia yang gemlike kesempatan itu. Juga.. "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak
kesehatan daripada kesakitan . engkau lebih dirahmati daripada begitu
banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari
ini. "Jika engkau tidak pernah mengalami cetacean dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang
amat sangat .. Maka, engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di
dunia". "Jika,....
engkau dapat menghadiri Masjid
atau pertemuan keagamaan tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian .
M a k a,..
engkau lebih dirahmati daripada 3 juta orang di dunia.
"Jika,..
orangtuamu masih hidup
dan masih berada dalam ikatan pernikahan . Maka,... Engkau termasuk
orang yang sangat jarang menerima keuntungan itu dari ALLAH.
"Jika
engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,...
engkau Bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua
mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika,. engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat
ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu,
berpikir bahwa engkau orang yang sangat
istimewa baginya, dan bahwa,
engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2
juta orang di dunia yang bahkan tidak
dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu,
hitunglah rahmat
yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan,

kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk
mengingatkan mereka
betapa dirahmatiNya kita semua. "Dan ingatlah tatkala
Tuhanmu menyatakan
bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku
akan menambahkan
lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS:Ibrahim (14)
:7 )

NB :
Buad temen-temen NA cmuaa , , ,
Moga suka ya ma pesan nui
And juga , jangan bosen ya baca buletin NA from MAKES , ,

Tunggu buletin NA selanjutnya
Makanya jangan pernah absen kalo ada kajian NA
Ok coy ?


Buletin NA #3
"Pesan yang PEnuh makna HAYATILAH KaReNA IA SEMATA-MATA UNTUK KEBAIKAN..."

Aku Makin Cantik Hari Ini

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan be BeTe an seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.
Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.
Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.
Kadang kita membenci diri kita sendiri. Kadang kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Kadang kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita inginkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.
Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.
Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.
Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.
Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.
Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah. Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

~Buletin MAKES NA~
"Aku Makin Cantik Hari Ini..."

Pesan untuk wanita

Ketika TUHAN menciptakan wanita, DIA lembur pada hari keenam.
Malaikat datang dan bertanya, mengapa begitu lama TUHAN?
TUHAN menjawab: “Sudahkah kau lihat semua detail yang SAYA buat? Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastic. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”
Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan ini?... Impossible! Dan itu model standar?!”


“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”
“Oh , tidak..SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini karena ini adalah ciptaan favorit SAYA.”
“Oh ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam dalam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu. “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut, TUHAN?” , Tanya malaikat.
“Yah… SAYA membuatnya lembut. Tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa”.
“Dia bisa berfikir?”, Tanya malaikat. TUHAN menjawab: “tidak hanya berfikir, dia mampu bernegosiasi”.
Malaikat itu menyentuh dagunya…. “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
Itu bukan lelah atau rapuh… itu air mata,” koreksi TUHAN.
“Untuk apa?”. Tanya Malaikat.
TUHAN melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN!”, kata malaikat.
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
“Ya… mesti…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona lak-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat hatinya menangis, mampu menangis saat hatinya terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidak adilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT.”
Lanjut TUHAN, “Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita: DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA.



Bulletin NA #4
"Pesan untuk wanita..."

5 Tanda Orang Bertaqwa menurut Sayidinna Usman bin Affan:

1. Tidak suka bergaul kecuali bergaul dengan orang-orang yang sholeh/sholehah, yang menjaga lisannya.
Seperti penggalan lagu Tombo Ati, salah satunya adalah bergaul dengan orang-orang sholeh karena kita akan mendapatkan banyak dakwah, masukan, kritik yang membangun dan ketenangan bila mendapatkannya dari orang-orang yang hanya mengucap kebenaran.
2. Jika mendapat musibah duniawi, ia menganggapnya sebagai ujian dari Allah SWT.
Salah satu yang mengangkat diri kita di mata Allah adalah lulusnya kita dari ujian yang diberikanNya. Ujian bukan hanya yang bersifat bala musibah, namun kenikmatan dalam hidup ini adalah ujian yang lebih besar. Bila diberikan musibah orang lebih mudah ingat kepada Allah namun saat diberi ujian kenikmatan, saat itulah Allah benar-benar sedang menguji kita.


3. Jika mendapat musibah dalam urusan agama ia akan sangat menyesalinya.
Teringat cerita Syaidina Umar bin Khattab yang ketinggalan satu rakaat shalat Ashar di Masjid hanya karena beliau sedang asyik berada dalam kebun kurmanya. Mengetahui dirinya telah tertinggal satu rakaat dalam berjamaah, Syaidina Umar pun begitu menyesali perbuatannya sehingga kebun kurma yang dianggap sebagai penyebab musibah itu akhirnya dijual.
4. Tidak suka memenuhi perutnya dengan makanan haram & tidak sampai kenyang.
Ini merupakan manifestasi dari sabda Rasulullah yang berbunyi ‘Makanlah sebelum engkau lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang‘. Sungguh suatu perintah yang seakan-akan mudah dilaksanakan namun saat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari betapa sulitnya melakukan hal itu. Dari sinilah bentuk ketakwaan seorang mukmin dibentuk.
5. Apabila memandang orang lain, orang itu lebih sholeh dari dirinya. Tapi bila memandang diri sendiri, dirinya adalah orang yang penuh dosa.
Nampaknya banyak diantara kita, apalagi yang telah diberikan hidayah dari Allah berupa kenikmatan dalam beribadah, kemudahan dalam bertahajud, keringanan dalam berpuasa sunah atau keindahan dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, mudah menganggap dirinya lebih sholeh dibanding lainnya. Padahal sikap merendah adalah salah satu yang dianjurkan oleh Rasul. Belajar tawadhu’ dan senantiasa melakukan amal ibadah tanpa membandingkan dengan orang lain adalah start yang baik untuk meningkatkan kualitas ketakwaan diri.
Sebelum mengakhiri tausiyah subuh kala itu, kang Komar juga memberitahukan ada 4 waktu yang tidak boleh disia-siakan, yaitu:
• Waktu untuk bermunajat
Setiap saat, bahkan saat mau tidur pun disunnahkan bertasbih, berzikir atau membaca Kalamullah. Bila kita tertidur saat kita sedang bermunajat, insya Allah kita dianggap sedang berdoa selama kita tidur, subhanallah.
• Waktu untuk meminta maaf dan berterima kasih
Tanpa pernah tahu kapan kepulangan kita ke Illahi Robbi, manfaatkan waktu yang ada untuk meminta maaf atas segala kesalahan kita dan berterima kasih kepada siapa-siapa yang telah membantu kita dalam hal apapun. Terutama bagi yang masih memiliki orang tua, sekarang juga kirim doa dan hubungi mereka, ucapkan maaf dan terima kasih atas segala yang telah mereka lakukan kepada kita.
• Waktu untuk mengevaluasi diri
Bertafakur, mengingat-ingat kembali dosa yang pernah dilakukan dan berjanji untuk tidak melakukannya kembali adalah perbuatan terpuji. Kadang dengan seringnya kita mengevaluasi diri kita, apa-apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan dalam hidup ini, dapat menjadikan modal yang berharga untuk masa depan.
• Waktu untuk beramal sholeh
Tidak perlu menunggu tanggal gajian, seberapapun yang kita miliki saat melihat ada yang sedang membutuhkan, mari ulurkan tangan. Allah akan melihat sekecil apapun amal ibadah kita dan akan menggantinya berlipat ganda apabila keikhlasan ada dibalik perbuatan kita membantu sesama.


KISAH SI PENEBANG POHON
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu".

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"
"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga". Kata si penebang.

"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti ,

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Salam sukses luar biasa!


KISAH SI KERANG MUTIARA KECIL
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".
Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........
Salam,
M. Isrok
"5 Tanda Orang Bertaqwa menurut Sayidinna Usman bin Affan:..."

Rabu, 14 April 2010

Aktivitas Nasyiah Kotagede

KEGIATAN

A. RUTIN
1. Sabtu minggu pertama Kajian dari bidang Dakwah yang diikuti oleh pimpinan
2. Sabtu minggu ke tiga Kajian maupun diskusi ilmiah yang merupakan program kerja bidang MAKES. Yang diikuti oleh pimpinan dan luar pimpinan NA

B. Partisipasi ke luar
1. Mengikuti lomba antar cabang se Kota Yogyakarta yang diadakan PDPM dan PDNA kota yogyakarta
2. Aktif ikut serta dalam kegiatan AMM Kotagede
3. Aktif ikut serta dalam panitia penggembira muktamar PCM Kotagede
4. Aktif ikut serta dalam kegiatan pengajian yang diadakan ibu-ibu PCA dan apak PCM
5. Dll

C. Coming soon
1. Pelatihan oleh bidang kewirausahaan
2. Darul Arqom NA oleh bidang Dakwah





"Aktivitas Nasyiah Kotagede..."

Selasa, 13 April 2010

Pagiii NAers..

Assalamu'alaikum
bersemangaaaattt....

PCNA Kotagede mengikuti lomba anatr cabang se kota jogja dalam rangka menyambut muktamar
Peran serta keaktifan NA cabang kotagede dalam acara lomba antar cabang. Salah satu di antaranya yang sudah terlaksana adalah lomba administrasi. Malam itu, hari jum`at tanggal 9 April 2010 bertempat di aula Mushola Aisyiyah dan sekretariat bersama PCA dan PCNA kotagede. Kegiatan lomba berlangsung lancar. Juri yang datang berjumlah 6 orang. 3 dari PDNA dan 3 dari PDPM kota jogja.

Selain itu, rabu, 14 April 2010 akan dilaksanakan lomba boy-boynan. Semacam olahraga tradisional yang sudah hampir punah keberadaannya. Jika kita ditanya boy-boynan dalam fikiran kita adalah masa kecil kita yang penuh warna. Dan sekarang pertanyaannya adalah boy-boynan itu seperti apa ?kug saya lupa. Hho .maka dari itu, saksikanlah lomba tersebut pada hari rabu 14 april 2010 Di halaman SMK Muhammadiyah 3 jalan pramuka.
Selain itu, kita juga sedang mempersiapkan lomba Paduan Suara. Latihan dilaksanakan 1 minggu sekali . dan juga mengikuti lomba blog NA .
"Pagiii NAers....."

Tentang Nasyiah Kotagede

Assalamu'alaikum ..........

Inilah kami..

Nasyiah kotagede..
pastinya kawan-kawan sangat memahami daerah kami yaitu kotagede..mendengar kotagede kesan pertama pasti peraknya, yupp betul banget.,tepatnya kita berada di jl kemasan utara pasar kotagede. Markas kita ada di Mushola Aisyiah komplek TK ABA...betul betul betul.......... "Tentang Nasyiah Kotagede..."

Senin, 12 April 2010

SUSUNAN PENGURUS PERIODE 2009 – 2011

SUSUNAN PENGURUS
PIMPINAN CABANG NASYIATUL `AISYIYAH
KOTAGEDE 2009 - 2011

Ketua Umum : Lisa Linda Wati
Ketua I : Latifah Ekawati
Sekretaris : Siti Rizki Fauziah
Bendahara : Dina Rohana Kusumawati


I. Bidang Kesehatan Masyarakat
Ketua : Mena Ismiyati
Sekretaris : Ratna
Anggota : Masyitah Nurul
Lian Handari
Muna
Nurul
Leli
Dwi Andriyani

II. Bidang ASBO
Ketua Bidang : Talisa Rahma
Sekretaris : Lintang
Anggota : Dian A.
Ayu
Bella
Rina D.
Rina S.


III. Bidang Dakwah
Ketua Bidang : Ninung Nurani P.
Sekretaris : Intan P.
Anggota : Maulidya Ulfah
Retno
Anita
Emilia Yusmita
Fakhri Inayati


IV. Bidang Wirausaha
Ketua Bidang : Amanda Suci N.
Sekretaris : Linda Kusuma W.
Anggota : Putri
Hanum
Yekti
Vina
Rini
Asmita


V. Bidang Kaderisasi
Ketua Bidang : Intan Puspita Sari
Sekretaris : Dini Rahayu
Anggota : Tanjung E.
Herlina Rahmawati
Feradhita
Indriya
Andarini
"SUSUNAN PENGURUS PERIODE 2009 – 2011..."

Sabtu, 10 April 2010

CONTACT US

Sekretariat : Jalan Kemasan no. 47 Kotagede Yogyakarta
Lisa : 085729710140
Kiki : 085743008079



"CONTACT US..."
 

Great Morning ©  Copyright by Nasyiah kotagede | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks